Pages

Labels

Sabtu, 30 Maret 2013

Makalah Manajemen Olahraga



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Penjas merupakan wahana pendidikan yang memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mempelajari hal-hal yang penting. Oleh karena itu pelajaran pnjas tidak kalah penting dibandingkan dengan pelajaran yang lainnya. Namun demikian tidak semua guru meenyadari hal tersebut, sehingga banyak anggapan bahwa penjas boleh dilaksanakan secara serampangan. Hal ini tercermin daari berbagai gambaran negative tentang pelajaran penjas, mulai dari kelemahan proses yang menetap, misalnya membiarkan anak bermain sendiri hingga rendahnya mutu hasil pembelajaran seperti kebugaran jasmani yang rendah. Oleh karena itu diperlukan manajemen dalam pelaksanaan pembelajaran penjaskes sehingga lebih terarah.
Melalui penjas yang diarahkan dengan baik anak-anak akan mengembangkan keterampilan yang berguna bagi pengisian waktu senggang, terlibat dalam aktivitas yang kondusif untuk mengembangkan hidup sehat, berkembang secara social yang menyumbang pada kesehatan fisik dan mentalnya. Meskipun penjas menawarkan kepada anak untuk bergembira, tidaklah tepat untuk mengatakan penjas diselenggarakan semata-mata agar anak gembira dan bersenang-senang.
                
B.       Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka masalah dalam makalah ini adalah :
1.        Masalah manajemen dalam pendidikan jasmani
2.        Masalah manajemen dalam olahraga

C.       Tujuan
Berdasarkan masalah diatas maka tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1.        Untuk memecahkan masalah manajemen dalam penjas
2.        Untuk memecahkan masalah manajemen dalam olahraga
D.       Manfaat
1.      Untuk menambah pengetahuan sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat
2.      Sebagai bahan pembelajaran


BAB II
PEMBAHASAN


A.      Masalah Manajemen Dalam Penjas dan Pemecahannya
Status penjas di lembaga pendidikan formal memang masih memerlukan pemberdayaan dalam pengertian bidang studi yang menjadi wahana pendidikan itu harus dikembangkan. Sementara ini semua insane pendidikan menyadari status penjas yang masih dianggap sebagai pelengkap bagi bidang studi lainnya. Suara keluhan guru penjas tidak henti-hentinya mereka mengemukakan dalam berbagai kesempatan, namun pemecahan masalahnya tidak kunjung tuntas.
Persoalan tersebut terkait langsung dengan tataran atas pada tingkat kebijakan, bahwa bidang studi penjas belum menjadi prioritas. Hal ini tidak lepas dari kebijakan nasional pendidikan yang selama ini masih memberikan proritas pada bidang studi IPA, dihubungkan dengan upaya bangsa Indonesia untuk memajukan bidang iptek. Nasib bidang studi kelompok IPS tidak begitu jauh dengan bidang studi penjaskes. Walaupun kita insan penjas dan olahraga mengklain bahwa bidang studi penjas adalah paling unik. Sebab bidang studi penjas satu-satunya bidang yang mengurus bidang jasmaniah. Namun secara langsung mengintervensi pendidikan secara menyeluruh. Namun masih banyak orang yang belum memahami bahwa penjas itu, juga sangat potensial untuk merangsang perkembangan penalaran dan fungsi saraf yang dibutuhkan dalam pembuatan keputusan. Masih banyak orang yang belum faham konsep inteligensi mejemuk yang perlu mendapat penanganan dengan implikasi pada perluasan spectrum layanan bagi setiap anak, sesuai dengan potensinya. Di samping maslah statuus dan keadaannya yang masih merana, seperti tercermin dalam dukungan sarana dan prasarana olahraga, termasuk anggaran biaya yang sangat terbatas, persoalan pengembangan penjas, juga terkait langsung dengan pengelolaannya. Pelaksanaan fungsi manajemen dalam pengertian luas, yang tertuju pada pengembangan program yang mampu memenuhi kebutuhan siswa dan merespon aspirasi masyarakat, merupakan titik yang paling rawan. Pertanyaan kita, adakah selama ini seluruh program penjas dilaksanakan dengan menerapkan fungsi manajemen?
Dengan tidak memandang remeh apa yang telah dikerjakan oleh para guru yang dengan sepenuh hati dan kegigihan mengatasi berbagai masalah dan tantangan di lapangan, tampaknya dimensi kemampuan menejerial dalam penjas harus ditingkatkan. Hal ini perlu ditata lebih lanjut, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan atau penggerakan melalui kepemimpinan, hingga penilaian, termasuk evaluasi. Kelemahan yang tampak adalah bahwa seluruh kegiatan itu seolah-olah ingin dari sentuhan kreatifitas guru, disebabkan oleh pertama, struktur dan isi kurikulum yang sangat monolitik, merujuk pada kurikulum nasional. Sistem pengawasan juga tidak memberikan luang dan semangat bagi guru penjas untuk mengembangkan programnya.
Dalam konteks yang lebih terbatas, namun sangat strategis, adalah aplikasi manajemen dakam pengelolaan proses belajar mengajar. Ada 3 unsur pokok yang perlu dikelola oleh guru yaitu :
1.         Manajemen tugas ajar
2.         Manajemen perilaku siswa
3.         Manajemen atmosfir belajar
Ketiga hal ini lebih berbobot akademiknya dibandingkan pelaksanaan fungsing administrasi yang lebih ringan, tetapi memberatkan, seperti pembuatan Satuan Acara Pelajaran ( SAP ), mengawalkehadiran siswa mengutamakan seragam, dan lain-lain yang meskipun tetap harus diperhatikan, namun menggeser kedudukan manajemen PBM yang jauh lebih strategis.
Dalam keadaan status dan kondisi penjas yang masih lemah, maka pembinaannya memadukan dukungan. Kepemimpinan guru penjas sangat dibutuhkan untuk mampu membangkkitkan hubungan dari warga masyarakat sekolah ( termasuk kepala sekolah dan guru lainnya ) serta warga masyarakat pada umumnya, seperti organisasi induk olahraga dan orang tua siswa. Kepemimpinan itu jualah yang ikut menciptakan atmosfir baru yang mengangkat citra penjas sebagai bidang studi yang dapat diandalkan untuk mendidik. Praktik pengajaran yang menelantarkan siswa, model pendekatan “ Remote Kontrol “ gurunya entah kemana siswanya aktif sendiri merupakan contoh perlakuan dalam pendidikan yang menimbulkan citra memperendah kedudukan penjas. Oleh karena itu, berkaitan dengan kepemimpinan tersebut, factor kecakapan untuk membangun relasi antar orang dan komunikasi, selain koordinasi dalam kontek manajemen, sungguh sangat dibutuhkan.

1.        Pemecahan masalah
Seorang pemimpin harus mempunyai tindakan dalam pemecahan terhadap suatu masalah. Ada beberapa langkah dalam mengambil kputusan pemecahan masalah :
a.     Pemahaman pada masalah ( Identifikasi dari tujuan )
Langkah pertama adalah membaca soalnya dan meyakinkan diri bahwa anda memahaminya secara benar. Tanyalah diri anda dengan pertanayan :
1)         Apa yang tidak diketahui?
2)         Kuantitas apa yang diberikan pada soal?
3)         Kondisinya bagaimana?
4)         Apakah ada kekecualian?
Untuk beberapa masalah akan sangat berguna untuk
1)        Membuat diagranmnya dan mengidentifikasi kuantitas-kuantitas yang diketahui dan dibutuhkan pada diagram tersebut. Biasanya dibutuhkan
2)         membuat beberapa notasi ( x, a, b, c, V=volume, m=massa dsb ).

b.   Membuat Rencana Pemecahan Masalah
Carilah hubungan antara informasi yang diberikan dengan yang tidak diketahui yang memungkinkan anda untuk memhghitung variabel yang tidak diketahui. Akan sangat berguna untuk membuat pertanyaan : “Bagaimana saya akan menghubungkan hal yang diketahui untuk mencari hal yang tidak diketahui? “. Jika anda tak melihat hubungan secara langsung, gagasan berikut ini mungkin akan menolong dalam membagi masalah ke sub masalah
1)       Membuat sub masalah
2)       Cobalah untuk mengenali sesuatu yang sudah dikenali
3)       Cobalah untuk mengenali sesuatu yang sudah dikenali.
Hubungkan masalah tersebut dengan hal yang sebelumnya sudah dikenali. Lihatlah pada hal yang tidak diketahui dan cobalah untuk mengingat masalah yang mirip atau memiliki prinsip yang sama.
1)       Gunakan analogi
2)       Masukan sesuatu yang baru
3)       Mulailah dari akhir ( Asumsikan Jawabannya )
Sangat berguna jika kita membuat pemisalan solusi masalah, tahap demi tahap mulai dari jawaban masalah sampai ke data yang diberikan.

B.       Manajemen Dalam Olahraga dan Pemecahannya
Manajemen olahraga adalah suatu kombinasi keterampilan yang berhubungan dengan perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, pengendalian, penganggaran, dan evaluasi dalam kontek suatu organisasi yang memiliki produk utama berkaitan dengan olahraga.(Janet Park,1998:4). Pengkombinasian tersebut perlu SDM yang terlibat dalam organisasi, bersatu dalam sebuah sistem bahu membahu bekerja untuk mencapai tujuan
Manajer adalah orang salah satu orang yang utama dalam organisasi olahraga karena harus mampu merencanakan, mengambil keputusan, melakukan koordinasi serta memotivasi produktivitas karyawan dan hubungan antar pengurus, memahami dan mengerti fungsi-fungsi manajemen.
1.         Fungsi – fungsi manajemen olahraga
a. Perencanaan
b. Pengorganisasian
c. Penentuan keputusan
d. Pembimbingan /directing
e. Pengendalian
f. Evaluasi
2.         Manajemen Organisasi Olahraga
Organisasi olahraga merupakan bentuk yg menjadi wadah usaha kerjasama sekelompok manusia, utk mencapai tujuan bersama. Salah satu bentuk organisasi olahraga adalah klub olahraga
a.    Manajemen Sebuah Klub Olahraga
  Manajemen sebuah klub olahraga memerlukan beberapa komponen-komponen yg berperan penting dalam pengelolan klub yaitu :
1)   Manajer
2)   Pelatih dan Program latihan
3)   Atlet/ pemain
4)   Sarana dan prasarana
5)   Pendanaan
6)   Dukungan lingkungan
1.      Pemecahannya Masalah
          Masalah pembinaan dalam olahraga jauh lebih komplek. Kecendrungan di Indonesia akhir-akhir ini tetap menunjukkan orientasi pada pembinaan olahraga kompetitif untuk berprestasi, Namun sayang, tidak didukung oleh pondasi yang kuat. Penjas merupakan sub system pembinaan keolahragaan nasional, dan kekuatan keolahragaan nasional akan terjamin jika dapat diciptakam pembinaan bersinambung, berawal dari pembinaan sikap, kecintaan, dan partisipasi aktif secara meluas. Keadaan demikian dapat dicapai dalam penjas. Namun, isu sentral adalah antara penjas dan pembinaan olahraga dan olahraga kompetitif tidak terjalin kerjasama yang erat.
          Keadaan demikian sebagai akibat, kecendrungan selama ini yang lebih memprioritaskan olahraga kompetitif, seperti tercermin dalam penyaluran dana yang lebih besar kepada kegiatan itu.
          Sangat mudah dibaca dalam kondisi lapangan, pembinaan olahraga pada umumnya memerlukan kemampuan menejerial dalam pengertian sempit dan luas. Dalam pengertian sempit, pembinaannya harus terlaksana berdasarkan pperencanaan yang terbagi-bagi menjadi perencanaan jangka panjang, menengah dan pendek. Tidak ada jalan pintas untuk berprestasi, demikian bunyi salah satu prinsip pembinaan. Dalam pengertian luas, manajemen dibutuhkan untuk mengintgrasi berbagai aspek, tidak saja kepentingan teknis dan taktik tetapi  juga aspek ekonomi ( komersialisasi ), komunikasi ( media TV, media cetak ). Menjadi bagian penting dalam manajemen ini adalah promosi olahraga, sebab olahraga dianggap serupa dengan jenis komoditif lainya. Yang menjadi persamaan adalah soal membangkitkan kesadaran dan sikap positif.
          Tentu saja, persoalan tersebut jauh lebih rumit dam memerluakan keahlian sebagai professional. Kelemahan di Indonesia adalah bahwa pengelolaan olahraga masih belum ditangani secara professional, seperti tampak dalam beberapa indikator-indikator, yakni ditangani secara sambilan oleh orang-orang yang bukan ahlinya.
          Akhir-akhir ini manajemen berkembang pesat dalam pengertian kegiatan olahraga yang dimaksud bukan hanya olahraga kompetitif, tetapi kegiatan olahraga secara menyeluruh, mencakup aspek olahraga rekreatif, olahraga rehabilitasi, olahraga untuk orang cacat, olahraga untuk kelompokj khusus ( misalnya, untuk manula ).

Dikatakan bahwa suatu masalah (problem) atau krisis adalah sustu kesempatan yang berbahaya, ini adalah sesuatu yang mempunyai ketegangan sendiri, tetapi ini juga mempunyai kesempatan bagi pemecahan yang relatif berfaedah.
Terdapat enam langkah dalam pemecahan nasalah :
1.      Mengenali dan mendefinisikan masalah
2.      Menganalisis dan menjelaskan masalah
3.      Mencari alternatif pemecahan
4.      Memilih suatu pemecahan
5.      Mengetrapkan pemecahan.
6.      Mengevaluasi keputusan.
Prosesnya adalah sebagai berikut :
1.        Mengenali dan mendefinisikan masalah.
a.         Apa symptoms-nya (tanda-tandanya) ?
b.         Kapan pemunculan yang pertama ?
c.         Apa yang terjadi sebelum itu ?
d.        Kejadian apa yang menggambarkan masalah ?
e.         Apa sebenarnya yang menjadi masalah ? Berikan pertanyaan yang jelas
f.          Dengan data yang khusus.
g.         Bagaimana masalah tersebut mempengaruhi saya atau
h.         Bagaimana saya memberikan kontribusi pada keberadaan yang terus menerus pada masalah ?
i.           Apa yang tidak saya kerjakan untuk menolong menghilangkan masalah itu ?
2.        Menganalisis dan menjelaskan masalah.
a.         Siapa yang melihat bahwa ini adalah suatu masalah ?
b.         Mengapa ia melihat bahwa ini adalah masalah ?
c.         Siapa yang dipengaruhi oleh masalah itu ?
d.        Bagaimana ia mempengaruhinya ?
e.         Faktor-faktor lain apa saja yang mempengaruhi masalah ? (Anggaran, sikap, dll.)
f.          Bagaimana anda terlibat pada masalah itu.?
g.         Perubahan apa yang ingin anda lihat ?
h.         Siapa yang memiliki power untuk membuat perubahan ?
i.           Kekuatan positif apa yang ada yang akan menolong anda memecahkan masalah ?
j.           Kekuatan negatif apa yang ada yang akan menghambat anda memecahkan masalah ?
3.        Mencari alternatif pemecahan.
a.       Blue skying.
Kita membayangkan bahwa sudah tahu dari sekarang. Anda masih menyenangi faedah dari perubahan yang positif yang telah anda buat sebagai suatu hasil proses pemecahan masalah hari ini. Anda hanya mengalami sedikit kesulitan didalam pemecahan masalah sebelumnya.
b.      Brainstorming (curah pendapat) , aturan dalam brainstorming adalah sbb:
1)        Catat setiap ide yang keluar dari pikiran.
2)        Jangan memberi komentar atau evaluasi pada ide yang disajikan.
3)        Boleh juga mengulangi ide.
4)        Pikirkan pemecahan baru atau ide untuk 3 atau 4 menit.
5)        Hentikan jika ada yang melanggar aturan.
4.        Memilih suatu pemecahan.
a.         Identifikasikan sebanyak mungkin alternatif pemecahan masalah.
b.         Identifikasikan ciri-ciri yang penting untuk evaluasi setiap alternatif.
c.         Adakan tes setiap pemecahan alternatif dengan ciri-ciri. Tentukan bilasatu alternative muncul lebih beralasan dari yang lain.
d.        Bila perlu, adakan tes pada alasan anda dan memilih pemecahan pada yang lain.
5.        Menerapkan pemecahan.
a.         Buatlah daftar langkah-langkah kegiatan utama yang akan anda ambil.
b.         Terangkan langkah-langkah ini dalam urutan yang engkau harapkan akan terjadi.
1)        Instansi mana yang anda perlukan untuk memproses pemecahan masalah anda.
2)        Kelompok kuci mana atau perorangan mana yang anda inginkan untuk terlibat guna menyediakan sumber-sumber daya.
3)        Kendala utama apa yang perlu diatasi ?
4)        Langkah pertama mana yang perlu diambil pada minggu-minggu yang akan datang?
5)        Siapa yang akan mengambil inisiatif ?
6)        -Siapa yang perlu untuk selalu dilapori ?

6.        Evaluasi.
a.         Perubahan apa ?
b.         Sistem feedback apa yang anda gunakan ?
c.         Data kuantitatif apa yang dapat anda ukur guna menunjukkan perubahan?
d.        Area yang bagaimana yang untuk perbaikan yang anda akan lihat ?



BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Dari isi makalah yang telah diuraikan di atas maka dapat disimpulkan bahwa masalah yang dihadapi dalam manajemen penjas dapat dipecahkam melalui kepemimpinan guru penjas karena sangat dibutuhkan untuk mampu membangkkitkan hubungan dari warga masyarakat sekolah (termasuk kepala sekolah dan guru lainnya) serta warga masyarakat pada umumnya. Kepemimpinan itu jualah yang ikut menciptakan atmosfir baru yang mengangkat citra penjas sebagai bidang studi yang dapat diandalkan untuk mendidik.
                
B.       Saran
          Sangat diharapkan pembinaan penjas dan olahraga bisa dijalankan sesuai dengan prinsip manajemen yang benar, sehingga yang harus diperhatikan adalah yang terlibat dalam kepengurusan olahraga diharapkan benar-benar yang berkompeten di dalamnya sehingga apa yang akan dicapai akan terlaksana sesuai dengan harapan.




DAFTAR PUSTAKA

Husdarta. Manajemen Pendidikan Jasmani. Bandung: Alfabeta, 2009


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar